Keanehannya apa yach ?
Kenapa sih aneh? ya aneh aja ada dua user dengan level yang berbeda, tetapi user biasa bisa mengakses Super User!!!. Pada modem ini terdapat 2 user, satu Super User dan satu lagi General User. Ya seperti Windows dan Sistem Operasi lainnya lah, ada user administrator dan User kita sebut aja user doang. Nah kalau di-Windows, user administrator dapat melakukan “apa saja”: dalam artian dengan user administrator Anda dapat menginstal atau uninstall, meng-aktifkan service-service mana yang diperlukan. Nah kalo user doang hanya dapat menjalankan aplikasi saja.
Berbeda dengan Modem Sanex ADSL-SA 5100 yang merupakan bawaan paket Speedy, General User di modem ini yang menurut pengetahuan saya yang ala kadarnya ini, saya kategorikan kedalam user doang tetapi bisa mengakses Super User!!! Nah loh ???(?*#?%???^(@#??%?*@?#
Kok jadi mirip Linux ya??? seperti halnya ada satu user kita kategorikan ke dalam kelompok root/administrator.
Hal ini saya ketahui secara tidak sengaja. Beberapa hari yang lalu koneksi Speedy saya bermasalah, ya biasalah sapidi eh Speedy. Semuanya beres kok, baik dari iuran sampai modem, lampu modem semua ok… tapi kok gak konek ya???
Blom sempat nanya ma CS Speedy, pagi-pagi ada yang ngaku dari Telkom/CS Speedy nelpon kerumah menanyakan kepada saya apakah ada gangguan apa tidak? Saya jawab tidak ada gangguan berarti
karna ane sering dapet telpon kayak gini, dan memang benar… alih-alih nih yang nelpon saya kok jadi nawarkan paket pemasangan Speedy Penasaran coba otak-atik modem ah…
Terlepas dari masalah apakah General User pada modem ini dikelompokkan ke Super User atau tidak, yang menjadi keanehan lagi adalah saat General User diakses dari Web Auth akan berbeda level-nya bila diakses dengan telnet. Berikut perbedaannya:
Silahkan buka IP modem Anda, biasanya di http://192.168.1.1/ (silahkan baca buku petunjuknya), kemudian login dengan
user : user
pass : user

Halaman General User (ke menu telnet)

Perhatikan header, menunya cuma terdapat Status dan Admin, ini berarti jika kita login dengan login user, maka kita hanya dapat mengganti password General User, backup setting atau restore setting, atau reboot modem melalui Web Auth. Selanjutnya coba klik menu Admin di header.

Nah dibagian User/Password Management ini kita cuma bisa memanajemen General User (user) doang dan tidak bisa melakukan perubahan password Super User !
Nah sekarang coba ganti password General User, berhubung password user saya masih bawaan modem (alias belum diutak-atik) maka pada Old Password, saya masukkan password : user dan saya ulangi password user pada kedua form dibawahnya. Kemudian Commit & Reboot
Nah disinilah alasan saya kenapa saya memasukkan General User pada kategori user doang. Tetapi keanehan selanjutnya adalah, akses General User akan sangat berbeda jika kita akses dari protokol telnet.
Setelah Modem Sanex ADSL-SA 5100 tadi selesai rebooting, maka saya mencobanya dengan mengaksesnya melalui telnet. Silahkan coba juga di modem Anda dengan membuka Terminal (Linux) atau Command Prompt (Windows) dengan mengetikkan telnet 192.168.1.1 lalu tekan ENTER.

Lalu pada login masukkan
login : user
password : user
Disinilah keanehan tersebut dimulai. Begitu kita login dengan General User maka pada ADSL Main Menu yang diakses dari telnel akan berbeda sekali dengan ADSL Menu saat diakses dari web.
Jika diperhatikan dengan seksama, ADSL Main Menu saat diakses dengan General User melalui telnet akan sama dengan Menu saat kita akses dengan Super User melalui web !!! nah loh.
Pada awalnya sih saya tidak beranggapan kalau akses General User melalui telnet ini, hanya sebatas untuk melihat (read only mode-red) setting modem saya. Tetapi alangkah terkejutnya saya ketika saya mencoba melakukan perubahan setting modem melalui telnet. Untuk mencobanya saya melakukan beberapa test berikut:

Saya mencoba memilih opsi 2, tetapi selanjutnya saya kembali ke Main Menu dengan memilih opsi 2

kemudian saya mencoba opsi 8, maka kita akan masuk ke Admin Menu seperti dibawah ini

karena masih penasaran saya coba mengganti password Admin (Super User) dengan akses General User dengan memilih opsi 1

disini saya memasukkan password admin yang lama dan menggantinya dengan password standart : admin. Lalu memilih opsi 3

Selanjutnya kembali ke Admin Menu, lalu memilih opsi 1 untuk menyimpan perubahan.

modem meminta konfirmasi saat melakukan Commit&Reboot, lalu pilih opsi 1. Jadi nggak kebayang kalau ada orang nakal login dari telnet kemodem kita dan melakukan Reboot berulang-ulang…

maka modempun reboot (restart).
Sampai disini sembari menunggu selesai Modem Sanex ADSL-SA 5100 restart, saya berharap semua perubahan setting modem yang saya lakukan dengan menggunakan General User via telnet tadi hanya bersifat temporary (read only mode). Tetapi alangkah anehnya saat saya mengakses Admin (Super User) melalui web (http://192.168.1.1/)
saya mencoba user admin dengan password : admin yang telah saya rubah sebelumnya melalui telnet

wow… ternyata General User bisa ngacak-ngacak akses Admin, alias General User mirip user diLinux yang termasuk dalam group Administrator… dan ternyata mungkin benar kalau didalam modem ini ada sistem yang mirip Linux.
Soo buat temen-temen saya yang warnetnya masih pake modem ini, coba baca-baca ini, apa lagi yang sudah terlanjur memakai IP Statis trus minta ganti modem aja lah lebih baik… karena keanehannya masih berlanjut…

Maka saya mencoba mengganti semua password menjadi : dodol, kemudian Commit&Reboot.

simpan saja setting-an Anda buat jaga-jaga…
Keanehan yang lainnya juga adalah saat saya mencoba menutup Remote Access dengan tidak mencentang seluruh remote access terkecuali web. Namun apapun perubahan yang saya lakukan pada bagian ini, tetap tidak ada pengaruhnya pada modem ini. Terlebih lagi pada bagian DMZ Setting, dengan berharap modem ini mampu memforward port 80 ke komputer saya, sehingga WEB Service yang melayani langsung ke PC saya, ya setidaknya bisa sharing file tanpa harus upload file dan keliling dunia (ISP) dulu sewaktu mendownloadnya…
Kesimpulan
- Buat yang masih pakai modem ini (apalagi warnet) ada baiknya selalu lakukan backup Setting, atau ganti aja modemnya
- Ganti semua password standart, baik General User maupun Super User
- Saat saya mencoba menutup remote akses, tidak bisa dilakukan, kemungkinan ini menyangkut keterbatasan firmware ataupun hardware (respon Anda ???)
- Setting modem yang saya pakai adalah PPPoE dan bukan Bridge, saya tidak tahu apakah setting Bridge lebih baik atau tidak (respon Anda ???)
- Belum tahu apakah jika kita melakukan update firmware (gak tau kemana nyari update firmwarenya), apakah bagian Remote Access atau DMZ akan bekerja lebih baik (respon Anda ???)
















4 Comments
Bang, modemku juga sanex 1500 cuma tipe firmwarenya tidak hapal tu ya brapaan, tapi user didalam’a ada 3, termasuk admin, user, dan ada satu lagi yang tidak bisa saya ganti passwordnya… abis password yang lama tidak tau, tapi kalau user admin dan user dah bisa diganti… tinggal user yang untuk ISP-nya… password standartnya apa bang ???
Balas ke email ja ya bang!!! please…
ane juga gak ngerti/tau password standartnya loh??? coba baca-baca lagi buku manualnya… itupon kalo dikasih ma teknisi spe**d*-nya
googling aja coba dolo…
yang paling parah ya ketidakhadiran menu logout.
@3 rrhakim
Hmmm maksud bapak menu logout di halaman admin Modem Sadex ya pak????
Kalo itu sih gak masalah kok pak, soalnya kalo bapak tutup browser bapak saat meng-akses menu modem tersebut, otomatis sesi autentikasi akan hilang dengan sendirinya (kalau di Apache maen-maen di htpasswd), atau dengan kata lain, saat Anda akan mengakses menu admin modem, anda harus memasukkan username dan password kembali (hanya buat Mozilla Firefox, kurang tau juga kl IE).
Atau biar lebih aman lagi kalo bapak pakai Mozilla Firefox saal membukan menu admin, bapak tekan saja tombol keyboard CTRL+SHIFT+DEL, lalu centang semuanya lalu pilih delete (hapus semua cookie), insha allah browser Mozilla gak mengingat lagi halaman menu admin tersebut, yup Mozilla Firefox the best of browser in the world… hehehe promosi nih ye…
One Trackback
[...] (gratisan) sanex 5100 bawaan telkom speedy ternyata memiliki beberapa keanehan. Saya sendiri belum mencoba apakah di upgrade ke v.1.3.9 ada solusi untuk keanehan tersebut. [...]